10 September 2025 | Dilihat: 72 Kali

Maulid Nabi, Stasiun Dekat Destinasi Wisata Religi Ramai Diserbu Peziarah

Maulid Nabi, Stasiun Dekat Destinasi Wisata Religi Ramai Diserbu Peziarah
Stasiun Kereta Api Pekalongan

AthiaNews.id || Batang - Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW selalu membawa nuansa istimewa. Bagi banyak umat muslim, momen ini bukan sekadar hari libur, melainkan kesempatan untuk berziarah dan mendekatkan diri lewat perjalanan religi.

Fenomena itu juga tampak di jalur kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat lonjakan penumpang di sejumlah stasiun yang berdekatan dengan destinasi wisata religi, Jumat (5/9).

“Peningkatan jumlah penumpang sangat terasa di stasiun-stasiun utama,” jelas Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Beberapa stasiun memang berada di lokasi strategis. Misalnya, Semarang Tawang dan Semarang Poncol yang dekat dengan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Layur, dan Masjid Kauman. Kedua stasiun ini ramai luar biasa: Semarang Tawang melonjak hingga 114% dengan 9.352 penumpang tiba, sementara Semarang Poncol naik 54%.

Dari barat, Stasiun Pekalongan menjadi pintu masuk peziarah menuju Makam Habib Hasyim bin Umar bin Thoha bin Yahya. Catatan menunjukkan lonjakan 70% penumpang atau sekitar 3.060 orang.

Sementara itu, Stasiun Tegal ikut diramaikan para peziarah yang hendak ke Masjid Agung Tegal dan Makam Ki Gede Sebayu. Angkanya naik 61% dibanding pekan sebelumnya.

Tak ketinggalan, Stasiun Cepu yang menjadi akses ke Makam Sunan Pojok dan Syekh Abdul Qohar juga mencatat kenaikan kedatangan sebesar 29%.

Lonjakan ini menegaskan bahwa perjalanan kereta masih jadi pilihan utama bagi masyarakat untuk berziarah. Agar perjalanan tetap nyaman, KAI mengimbau penumpang datang lebih awal dan segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI sebelum kehabisan. Informasi tambahan tersedia lewat Contact Center KAI 121 atau WhatsApp di 0811-2223-3121.

Bagi mereka yang berangkat, perjalanan ziarah kali ini bukan hanya soal menempuh jarak, tapi juga langkah kecil merajut makna spiritual di hari peringatan kelahiran Nabi. (Athia)