Athianews.id || Solo – Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi meresmikan revitalisasi Panggung Songgobuwono dan Museum dalam kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (16/12/2025).
Proyek revitalisasi yang telah berjalan sejak Januari 2025 ini menandai komitmen pemerintah dalam pelestarian cagar budaya nasional.
Dalam acara peresmian yang dihadiri keluarga dan kerabat keraton, Fadli Zon tampak mengenakan busana adat Jawa lengkap saat memasuki bangunan sakral tersebut.
"Mengenakan busana adat merupakan syarat untuk memasuki bangunan keraton yang dinilai sakral," jelasnya.

Mengenal Panggung Songgobuwono
Panggung Songgobuwono merupakan bangunan segi delapan setinggi 30 meter dengan lima lantai, yang konon merupakan bangunan tertinggi di Jawa Tengah pada masanya.
Selain berfungsi sebagai menara pemantau, bangunan ini juga menjadi tempat raja melakukan semedi untuk menyelaraskan kuasa duniawi dengan kebijaksanaan batin.

Didampingi KGPH Hangabehi (calon kuat penerus Pakubuwono XIII) dan Gusti Moeng (Ketua Lembaga Dewan Adat), menteri meninjau setiap lantai bangunan bersejarah tersebut.
Hadir pula dalam acara ini KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, GKR Ayu Koes Indriyah, serta para sentono dan abdi dalem keraton.
Komitmen Pelestarian Warisan Budaya
Usai meninjau Panggung Songgobuwono, rombongan melanjutkan kunjungan ke Ruang Tata Pamer dan koleksi Museum Keraton yang juga telah direvitalisasi.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelestarian warisan budaya.
"Keraton telah menjadi Cagar Budaya Nasional sejak 2017. Menjaga warisan budaya, baik berupa aset fisik maupun warisan tak benda, merupakan kewajiban kita bersama," tegasnya.
Peresmian ini tidak hanya menjadi momentum pelestarian fisik bangunan bersejarah, tetapi juga simbol rekonsiliasi di tengah dinamika internal keraton, sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional. (Athia)